PERKEMBANGAN MASA ANAK SEKOLAH
MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Psikologi
Perkembangan
Dosen Pengampu : Sri Muniroh, M. Psi

Disusun Oleh:
Kelas D
Musiyami Ulfa
2021 111 157
TARBIYAH / PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN 2012
PENDAHULUAN
TK adalah jembatan antara rumah dan sekolah. TK merupakan transisi
dalam proses pendidikan anak. Walau ada perbedaan anak yang pernah masuk TK
dengan anak yang langsung masuk SD, pada dasarnya tidak ada keharusan agar anak
masuk TK terlebih dahulu. Anak yang masuk TK terlebih dahulu sangat membantu
tugas guru di SD. Mereka lebi betah duduk, mengenal disiplin, perkembangan
sosialnya lebih matang dibanding dengan anak yang langsung masuk SD.
Setelah anak mencapai usia enam atau tujuh tahun, perkembangan
jasmani dan rohaninya mulai sempurna. Anak keluar dari lingkungan keluarga dan
memasuki lingkungan sekolah, yaitu lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap
perkembangan jasmani dan rohani. Mereka mengenal lebih banyak teman dalam
lingkungan sosial yang lebih luas, sehingga peranan sosilnya semakin
berkembang.
BAB I
PEMBAHASAN
A.
Karakterristik Anak Usia Sekolah
Dasar
Saat anak mencapai usia enam atau tujuh tahun, perkembangan jasmani
dan rohaninya mulai sempurna. Anak keluar dari lingkungan keluarga dan memasuki
lingkungan sekolah, yaitu lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap
perkembangan jasmani dan rohani. Mereka mengenal lebih banyak teman dalam
lingkungan sosial yang lebih luas, sehingga peranan sosilnya semakin
berkembang.[1]
Usia rata-rata anak
Indonesia saat masuk sekolah dasar adalah 6 tahun dan selesai pada usia 12
tahun. Kalau mengacu pada pembagian tahapan perkembangan anak, berarti anak
usia sekolah berada dalam dua masa perkembangan, yaitu masa kanak-kanak tengah
(6-9 tahun), dan masa kanak-kanak akhir (10-12 tahun).
Anak-anak usia sekolah ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usia nya lebih muda. Ia senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung.
Anak-anak usia sekolah ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usia nya lebih muda. Ia senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung.
B.
Syarat-syarat
Masuk Sekolah
Anak-anak yang 6 atau 7 tahun dianggap matang untuk belajar
disekolah dasar jika:
a.
Kondisi
jasmani cukup sehat dan kuat untuk melakukan tugas disekolah
b.
Ada
keinginan belajar
c.
Perkembangan
perasaan sosial telah memadai
Selain
syarat-syarat tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti
pelajaran, yaitu:
a.
Fungsi-fungsi
jiwa (daya ingatan, cara berfikir, daya pendengaran) harus berkembang secara
baik karena fungsi-fungsi itu diperlukan untuk belajar membaca, menulis, dan
berhitung.
b.
Anak
telah memperoleh cukup pengalaman dalam rumah tangga untuk dipergunakan sebagai
dasar bagi pengajaran permulaan karena pengajaran berpangkal pada apa yang
telah diketahui oleh anak.
C.
Fase-fase
perkembangan pada Anak Sekolah
1.
Perkembangan
Pengamatan
Mengamati
adalah kegiatan yang menggunakan lima alat indera, yaitu melihat dengan mata,
mendengar dengan telinga, mencium dengan hidung, meraba dengan ujung-ujung
jari, dan mengecap dengan lidah.
Dari
hasil penelitian di bidang ini ternyata bahwa ada dua tipe pengamatan, yaitu:
a.
Tipe
“pelihat warna”
Anak
dengan tipe ini lebih cepat perkembangannya terhadap warna, bila anak dengan
tipe ini sedang menggambar, maka senang menghias gambar dengan warna.
b.
Tipe
“pelihat bentuk”
Anak
dengan tipe ini perkembagan perasaannya lebih cepat terhadap bentuk. Bila ia
sedang menggambar, maka belum puas jika belum menggambar seperti aslinya.
Beberapa
macam fase pengamatan:
Menurut
Meuman
Meuman
membagi-bagi pengamatan ke dalam tiga masa:
1.
Masa
sintesis fantasi, 7- 8 tahun
Dalam
masa ini pengamatan anak masih global, bagian-bagian yang kabur itu ditambahnya
dengan fantasinya.
2.
Masa
analisis, 8-12 tahun
Dalam
masa ini anak telah mampu membeda-bedakan sifat dan mengenal
bagian-bagianya, walaupun hubungan
antara bagian itu belum tampak seluruhnya.
3.
Masa
logis, 12 tahun keatas
Dalam
masa ini anak telah berfikir secara logis.
2.
Perkembangan
Intelektual
Pada
usia sekolah dasar (6-12tahun) anak sudah dapat mereaksi rangsangan
intelektual, atau melaksanakan tugas-tugas belajar yang menuntut kemampuan
intelektual atau kemampuan kognitif (seperti membaca, menulis, dan menghitung).
Sebelum
masa ini, yaitu masa pra sekolah, daya pikir anak masih bersifat imajinatif,
berangan-angan (berkhayal), sedangkan pada usia SD daya pikirnya sudah
berkembang kearah berfikir konkret dan rasional (dapat diterima oleh akal).
Piaget menamakannya sebagai masa operasi konkret.
3.
Perkembangan
Bahasa
Usia
sekolah dasar ini merupakan masa berkembang pesatnya kemampuan mengenal dan
menguasai perpendaharaan kata (vocabulary). Pada awal masa ini, anak
sudah menguasai sekitar 2.500 kata, dan pada akhir (usia 11-12 tahun) telah
dapat menguasai sekitar 50.000 kata. Dengan dikuasainya ketrampilan membaca dan
berkomunikasi dengan orang lain, anak sudah gemar membaca atau mendengarkan
cerita yangbersifat krirtis.
4.
Perkembangan
Sosial
Maksud
perkembangan sosial ini adalah pencapaian kematangan dalam hubungan sosial.
Dapat juga dikatakan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan
norma-norma kelompok, tradisi dan moral (agama). Perkembangan sosial pada anak-anak Sekolah
Dasar ditandai dengan adanya disamping dengan keluarga perluasan juga dia mulai
membentuk ikatan baru dengan teman sebaya (peer group) atau teman sekelas, sehingga ruang gerak
hubungan sosialnya telah bertambah luas.
5.
Perkembangan
Emosi
Menginjak
usia sekolah, anak mulai menyadari bahwa pengungkapan emosi secara kasar
tidaklah diterima masyarakat. Oleh karena itu, dia mulai belajar untuk
mengendalikan dan mengontrol emosinya. Kemampuan mengontrol emosi diperoleh
anak melalui peniruan dan latihan (pembiasaan). Dalam proses peniruan ini,
orang tua sangat berperan dalam mengendalikan emosinya. Apabila anak
dikembangkan pada lingkunngan yang stabil, maka perkembangan emosinya cenderung
stabil. Akan tetapi, apabila sebaliknya, maka perkembangan emosi anak akan
kurang stabil. [2]
6.
Perkembangan
Perasaan
Anak-anak
memiliki perasaan yang lebih kuat pengaruhnya dibandingkan dengan perasaan
orang dewasa. Anak sekolah lekas merasa puas, tampaknya mereka selalu gembira,
tidak pernah menyesali perbuatannya. Mereka belum mampu turut merasakan
kesusahan yang dirasakan orang lain. [3]
7.
Perkembangan
fantasi
Sejak
anak berumur lima atau enam tahun, perhatiannya mulai ditujukan ke dunia luar,
ke alam kenyataannya.
Beberapa
masa fantasi:
a.
Masa
dongeng, 4-8 tahun
Masa
ini bertepatan waktunya dengan perkembangan anak kearah kenyataan.
b.
Masa
Robinson Crusoe, 8-12 tahun
Dalam
masa ini anak mengalami realisme naif, kemudian anak memasuki masa realisme
kritis.
c.
Masa
pahlawan, 12-15 tahun
Anak
suka membaca buku-buku perjuangan, karya-karya orang-orang kenamaan yang pernah
terjadi.
Beberapa nilai fantasi:
·
Fantasi
dapat dipergunakan sebagai hiburan
·
Fantasi
dapat memudahkan anak dalam menerima palajaran
·
Fantasi
dapat membentuk budi pekerti anak.
8.
Perkembangan
kemauan
Masa
sekolah adalah masa yang sangat baik untuk pembentukan kemauan. Mereka seperti
seorang realis kecil, ingatan belajrnya sangat kuat. Karena itu perlu diberi
motivasi disamping kita juga harus menjauhkan saran dan sugesti yang negatif.
D.
Gambar
Anak Sekolah
Menurut
penelitian yang telah dilakukan para ahli, misalnya Kerschensteiner, dengan
cara mengumpulkan beribu-ribu gambar hasil karya anak-anak ternyata bahwa
kemajuan menggambar itu melalui beberapa taraf yang disebut:
1.
Masa
menggores, pada usia 3-5 tahun
Masa
skema, pada usia 5-7 tahun
Pada
masa menggores dan masa skema dibagian masa kanak-kanak.
2.
Masa
bentuk dan garis, pada usia 7-9 tahun
Pada
masa ini anak mulai menyadari bahwa gambar-gambarnya tidak sesuai lagi dengan
bentuk benda yang sebenarnya.
3.
Masa
silhuet (bayang-bayang), pada usia 9-10 tahun
Pada
masa ini, anak dianggap telah mampu menggambar sesuai dengan kenyataan.
4.
Masa
perspektif
Ketika
anak-anak masih berusia 10 tahun, bentuk gambarnya selalu rata semuanya. Mereka
kembali mengalami hambatan dalam menggambar. [4]
E.
Kecakapan
Dasar yang Diberikan Oleh Sekolah Dasar kepada Anak
Secara
praktis, kecakapan-kecakapan yang dapat diberikan oleh Sekolah Dasar kepada
anak-anak ialah semua kecakapan yang terorganisasi di dalam program pelajaran
SD, sesuai kurikulum yang berlaku, antara lain:
a.
Berbahasa
b.
Bernyanyi
c.
Menggambar
d.
Matematika
e.
Beragama
f.
Berketrampilan
g.
Olah
raga
h.
Berpengetahuan
tentang IPA
i.
Berpengetahuan
tentang IPS[5]
BAB III
PENUTUP
Saat
anak mencapai usia enam atau tujuh tahun, perkembangan jasmani dan rohaninya
mulai sempurna. Anak keluar dari lingkungan keluarga dan memasuki lingkungan
sekolah, yaitu lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan jasmani
dan rohani. Mereka mengenal lebih banyak teman dalam lingkungan sosial yang
lebih luas, sehingga peranan sosilnya semakin berkembang.[6]
Syarat-syarat Masuk Sekolah
Anak-anak yang 6 atau 7 tahun dianggap matang untuk belajar
disekolah dasar jika:
d.
Kondisi
jasmani cukup sehat dan kuat untuk melakukan tugas disekolah
e.
Ada
keinginan belajar
f.
Perkembangan
perasaan sosial telah memadai
DAFTAR PUSTAKA
Zulkifli. 2002. Psikologi
Perkembangan, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Agus Sujanto, Psikologi Perkembangan, Jajarta: Rineka Cipta
Yusuf , Syamsul. 2005. Psikologi
Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya