Minggu, 03 November 2013

MAKALAH


PERKEMBANGAN MASA ANAK SEKOLAH
MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Psikologi Perkembangan
Dosen Pengampu : Sri Muniroh, M. Psi


Disusun Oleh:
Kelas D



Musiyami Ulfa
2021 111 157


TARBIYAH / PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN 2012


PENDAHULUAN


TK adalah jembatan antara rumah dan sekolah. TK merupakan transisi dalam proses pendidikan anak. Walau ada perbedaan anak yang pernah masuk TK dengan anak yang langsung masuk SD, pada dasarnya tidak ada keharusan agar anak masuk TK terlebih dahulu. Anak yang masuk TK terlebih dahulu sangat membantu tugas guru di SD. Mereka lebi betah duduk, mengenal disiplin, perkembangan sosialnya lebih matang dibanding dengan anak yang langsung masuk SD.
Setelah anak mencapai usia enam atau tujuh tahun, perkembangan jasmani dan rohaninya mulai sempurna. Anak keluar dari lingkungan keluarga dan memasuki lingkungan sekolah, yaitu lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan jasmani dan rohani. Mereka mengenal lebih banyak teman dalam lingkungan sosial yang lebih luas, sehingga peranan sosilnya semakin berkembang.















BAB I
PEMBAHASAN


A.     Karakterristik Anak  Usia Sekolah  Dasar
Saat anak mencapai usia enam atau tujuh tahun, perkembangan jasmani dan rohaninya mulai sempurna. Anak keluar dari lingkungan keluarga dan memasuki lingkungan sekolah, yaitu lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan jasmani dan rohani. Mereka mengenal lebih banyak teman dalam lingkungan sosial yang lebih luas, sehingga peranan sosilnya semakin berkembang.[1]
 Usia rata-rata anak Indonesia saat masuk sekolah dasar adalah 6 tahun dan selesai pada usia 12 tahun. Kalau mengacu pada pembagian tahapan perkembangan anak, berarti anak usia sekolah berada dalam dua masa perkembangan, yaitu masa kanak-kanak tengah (6-9 tahun), dan masa kanak-kanak akhir (10-12 tahun).
Anak-anak usia sekolah ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usia nya lebih muda. Ia senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung.
B.     Syarat-syarat Masuk Sekolah
Anak-anak yang 6 atau 7 tahun dianggap matang untuk belajar disekolah dasar jika:
a.       Kondisi jasmani cukup sehat dan kuat untuk melakukan tugas disekolah
b.      Ada keinginan belajar
c.       Perkembangan perasaan sosial telah memadai
Selain syarat-syarat tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti pelajaran, yaitu:
a.       Fungsi-fungsi jiwa (daya ingatan, cara berfikir, daya pendengaran) harus berkembang secara baik karena fungsi-fungsi itu diperlukan untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung.
b.      Anak telah memperoleh cukup pengalaman dalam rumah tangga untuk dipergunakan sebagai dasar bagi pengajaran permulaan karena pengajaran berpangkal pada apa yang telah diketahui oleh anak.

C.     Fase-fase perkembangan pada Anak Sekolah
1.      Perkembangan Pengamatan
Mengamati adalah kegiatan yang menggunakan lima alat indera, yaitu melihat dengan mata, mendengar dengan telinga, mencium dengan hidung, meraba dengan ujung-ujung jari, dan mengecap dengan lidah.
Dari hasil penelitian di bidang ini ternyata bahwa ada dua tipe pengamatan, yaitu:
a.       Tipe “pelihat warna”
Anak dengan tipe ini lebih cepat perkembangannya terhadap warna, bila anak dengan tipe ini sedang menggambar, maka senang menghias gambar dengan warna.
b.      Tipe “pelihat bentuk”
Anak dengan tipe ini perkembagan perasaannya lebih cepat terhadap bentuk. Bila ia sedang menggambar, maka belum puas jika belum menggambar seperti aslinya.
Beberapa macam fase pengamatan:
Menurut Meuman
Meuman membagi-bagi pengamatan ke dalam tiga masa:
1.      Masa sintesis fantasi, 7- 8 tahun
Dalam masa ini pengamatan anak masih global, bagian-bagian yang kabur itu ditambahnya dengan fantasinya.
2.      Masa analisis, 8-12 tahun
Dalam masa ini anak telah mampu membeda-bedakan sifat dan mengenal bagian-bagianya,  walaupun hubungan antara bagian itu belum tampak seluruhnya.
3.      Masa logis, 12 tahun keatas
Dalam masa ini anak telah berfikir secara logis.
2.      Perkembangan Intelektual
Pada usia sekolah dasar (6-12tahun) anak sudah dapat mereaksi rangsangan intelektual, atau melaksanakan tugas-tugas belajar yang menuntut kemampuan intelektual atau kemampuan kognitif (seperti membaca, menulis, dan menghitung).
Sebelum masa ini, yaitu masa pra sekolah, daya pikir anak masih bersifat imajinatif, berangan-angan (berkhayal), sedangkan pada usia SD daya pikirnya sudah berkembang kearah berfikir konkret dan rasional (dapat diterima oleh akal). Piaget menamakannya sebagai masa operasi konkret.  
3.      Perkembangan Bahasa
Usia sekolah dasar ini merupakan masa berkembang pesatnya kemampuan mengenal dan menguasai perpendaharaan kata (vocabulary). Pada awal masa ini, anak sudah menguasai sekitar 2.500 kata, dan pada akhir (usia 11-12 tahun) telah dapat menguasai sekitar 50.000 kata. Dengan dikuasainya ketrampilan membaca dan berkomunikasi dengan orang lain, anak sudah gemar membaca atau mendengarkan cerita yangbersifat krirtis.
4.      Perkembangan Sosial
Maksud perkembangan sosial ini adalah pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Dapat juga dikatakan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok, tradisi dan moral (agama).  Perkembangan sosial pada anak-anak Sekolah Dasar ditandai dengan adanya disamping dengan keluarga perluasan juga dia mulai membentuk ikatan baru dengan teman sebaya (peer group)  atau teman sekelas, sehingga ruang gerak hubungan sosialnya telah bertambah luas.

5.      Perkembangan Emosi
Menginjak usia sekolah, anak mulai menyadari bahwa pengungkapan emosi secara kasar tidaklah diterima masyarakat. Oleh karena itu, dia mulai belajar untuk mengendalikan dan mengontrol emosinya. Kemampuan mengontrol emosi diperoleh anak melalui peniruan dan latihan (pembiasaan). Dalam proses peniruan ini, orang tua sangat berperan dalam mengendalikan emosinya. Apabila anak dikembangkan pada lingkunngan yang stabil, maka perkembangan emosinya cenderung stabil. Akan tetapi, apabila sebaliknya, maka perkembangan emosi anak akan kurang stabil. [2]
6.      Perkembangan Perasaan
Anak-anak memiliki perasaan yang lebih kuat pengaruhnya dibandingkan dengan perasaan orang dewasa. Anak sekolah lekas merasa puas, tampaknya mereka selalu gembira, tidak pernah menyesali perbuatannya. Mereka belum mampu turut merasakan kesusahan yang dirasakan orang lain. [3]
7.      Perkembangan fantasi
Sejak anak berumur lima atau enam tahun, perhatiannya mulai ditujukan ke dunia luar, ke alam kenyataannya.
Beberapa masa fantasi:
a.       Masa dongeng, 4-8 tahun
Masa ini bertepatan waktunya dengan perkembangan anak kearah kenyataan.
b.      Masa Robinson Crusoe, 8-12 tahun
Dalam masa ini anak mengalami realisme naif, kemudian anak memasuki masa realisme kritis.
c.       Masa pahlawan, 12-15  tahun
Anak suka membaca buku-buku perjuangan, karya-karya orang-orang kenamaan yang pernah terjadi.
Beberapa nilai fantasi:
·         Fantasi dapat dipergunakan sebagai hiburan
·         Fantasi dapat memudahkan anak dalam menerima palajaran
·         Fantasi dapat membentuk budi pekerti anak.

8.      Perkembangan kemauan
Masa sekolah adalah masa yang sangat baik untuk pembentukan kemauan. Mereka seperti seorang realis kecil, ingatan belajrnya sangat kuat. Karena itu perlu diberi motivasi disamping kita juga harus menjauhkan saran dan sugesti yang negatif.
D.    Gambar Anak Sekolah
Menurut penelitian yang telah dilakukan para ahli, misalnya Kerschensteiner, dengan cara mengumpulkan beribu-ribu gambar hasil karya anak-anak ternyata bahwa kemajuan menggambar itu melalui beberapa taraf yang disebut:
1.      Masa menggores, pada usia 3-5 tahun
Masa skema, pada usia  5-7 tahun
Pada masa menggores dan masa skema dibagian masa kanak-kanak.
2.      Masa bentuk dan garis, pada usia 7-9 tahun
Pada masa ini anak mulai menyadari bahwa gambar-gambarnya tidak sesuai lagi dengan bentuk benda yang sebenarnya.
3.      Masa silhuet (bayang-bayang), pada usia 9-10 tahun
Pada masa ini, anak dianggap telah mampu menggambar sesuai dengan kenyataan.
4.      Masa perspektif
Ketika anak-anak masih berusia 10 tahun, bentuk gambarnya selalu rata semuanya. Mereka kembali mengalami hambatan dalam menggambar. [4]

E.     Kecakapan Dasar yang Diberikan Oleh Sekolah Dasar kepada Anak
Secara praktis, kecakapan-kecakapan yang dapat diberikan oleh Sekolah Dasar kepada anak-anak ialah semua kecakapan yang terorganisasi di dalam program pelajaran SD, sesuai kurikulum yang berlaku, antara lain:

a.       Berbahasa
b.      Bernyanyi
c.       Menggambar
d.      Matematika
e.       Beragama
f.       Berketrampilan
g.      Olah raga
h.      Berpengetahuan tentang IPA
i.        Berpengetahuan tentang IPS[5]
 

BAB III
PENUTUP

Saat anak mencapai usia enam atau tujuh tahun, perkembangan jasmani dan rohaninya mulai sempurna. Anak keluar dari lingkungan keluarga dan memasuki lingkungan sekolah, yaitu lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan jasmani dan rohani. Mereka mengenal lebih banyak teman dalam lingkungan sosial yang lebih luas, sehingga peranan sosilnya semakin berkembang.[6]
            Syarat-syarat Masuk Sekolah
Anak-anak yang 6 atau 7 tahun dianggap matang untuk belajar disekolah dasar jika:
d.      Kondisi jasmani cukup sehat dan kuat untuk melakukan tugas disekolah
e.       Ada keinginan belajar
f.       Perkembangan perasaan sosial telah memadai






DAFTAR PUSTAKA

Zulkifli. 2002.  Psikologi Perkembangan, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Agus Sujanto, Psikologi Perkembangan, Jajarta: Rineka Cipta
Yusuf , Syamsul. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya


[1] Zulkifli, psikologi Perkembangan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), hlm.52
[2]Syamsul Yusuf, Psikologi Perkembangan, (Bandung: Remaja Rosdakarya), hl172-181




[4] Ibid., hlm. Hlm. 54-59
[5] Agus Sujanto, Psikologi Perkembangan, (Jajarta: Rineka Cipta), 90-92.